Jumat, 22 April 2016

Perkara Jatuh Cinta Lalu Sedih

Aku mulai benci hujan semenjak ia membasahi kusen jendelaku dengan rintiknya
Sama seperti aku yang mulai membencimu semenjak kamu mulai membasahi tengah hatiku dengan air mata
Mungkin memang benar, jatuh cinta artinya bersepakat dengan rasa sakit
Kita hanya terbuai dengan kata magis itu
Bahkan sekarang, aku seperti daun yang tertiup angin lalu jatuh kepada entah

Aku mulai benci untuk peduli
Aku mulai benci untuk peka
Aku mulai benci membuat puisi manis
Aku mulai benci mendengarkan lagu-lagu Banda Neira atau Fiersa Besari
Aku muak dengan penyair dan musisi penuh cinta
Tapi apakah pantas aku menyalahkan mereka?
Mereka berusaha membuat cinta yang magis itu sebagai perkara indah
Bukan beriringan dengan sedih

Entah
Mungkin aku seperti bus tanpa supir
Seperti kereta tanpa masinis
Seperti pesawat tanpa pilot
Seperti kapal pesiar tanpa si kapten
Aku ini aku tanpa kamu
Entah

Lalu haruskah aku menyalahkan jatuh cintaku padamu?
Tidak seharusnya
Karena tiap orang tak tahu akan jatuh cinta pada siapa
Tapi kebodohan membuat aku tak sanggup menahanmu tinggal di sisiku
Kelemahan tak sanggup membuatku memperjuangkanmu

Perkara cintaku ini berakhir sedih
Membuat sejagat tak berdaya
Perkara cintaku ini berakhir sedih
Membuat puisi cinta tak lagi kupuja

Dan sedihku ini pastilah karena kamu
Karena kamu satu-satunya
Satu-satunya untuk aku
Aku dan sedihku ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar