kelabu, dimana jingga sudah tak berbahasa
lalu hujan membuat senandung elegi menyayat hati
langit terlihat sumbing kali ini
menghantarkan angin desember tak berbelas kasih
menyiulkan doa tapi merana juga
ada yang menorehkan duka dihati perempuan yang berjalan itu
tapi si penoreh duka itu pergi tanpa menoleh lagi
dan perempuan itu tidak pernah marah
hanya berduka
berduka
sebuah romansa klasik pernah dirasakannya
tapi luka ambigu lebih berdengung di hati juga benaknya
lalu tangan waktu dengan sengaja mengulangnya
dan suara merana kembali menghabiskan tenaganya
senja sudah hampir usai
menampakan garis hitam tanda malam akan datang
dewi malam mulai nampak
kembali menjadi primadona malam
dan perempuan itu masih punya beratus-ratus kenangan lugas tentang duka
kamu seharusnya pantas menghuni suatu masa dimana kenangan berwarna sephia