Aku terbaring
Dalam tubuh ringkih ini tersampir rindu
Dalam jiwa jenuh ini tersangkut rindu
Wajah ini tirus dengan warna pasi
Sengaja tak pakai gincu agar tak jadi rancu
Aku terbaring
Raga ringkih ini kaku
Mendekam rindu yang membuat pilu
Teko berbunyi
Air sudah panas
Aku ingin jumpa denganmu saja
Tak ada teh sore dalam kesendirian
Hanya mampu melukai dan dilukai rindu
Andai pipi ini diwarnai sedikit
Tak akan pilu sore melirikku
Tapi Rancu yang dipahat gugup
Apa aku benar sedang rindu?
Atau hanya rindu palsu jalang murahan?
Yang dihargai beberapa dolar
Dan bercinta hingga dihinggapi hampa
Apa aku benar perempuan yang sedang rindu?
Pada siapa?
Hingga tak pakai gincu
Hingga tak memoles pipi
Apa rindu begitu suci?
HIngga hilang binar dalam raut
Bahkan tubuh ini kaku
Hanya tersampir rindu
Tak bisa berusaha jumpa
Tapi, aku rindu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar