Tegap indah tak terjangkau
Itulah dirimu
Tak terjangkau oleh siapa pun, tak juga olehku
Berhentilah aku pada tatapan jernihmu
Berkhayal absurd tentang cinta juga nikmatnya
Seperti mentari meraja di wajahmu
Aku melihat sinar mempesona itu
Puisi ini tak mampu menjelaskan
Tak juga aku
Aku hanya menatap indahmu dengan bisu
Tak perlu beri aku kuas dan kanvas
Sebab indahmu hanya pada dirimu
Tidak pada kanvas kusamku
Berhentilah aku saat jantung ini berdegup kencang
Berhentilah aku memandangimu-
saat kau tiba-tiba pergi menjauh
Bahkan sebelum surya lelah meraja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar