Hai!
Ini hanya pemikiran aneh yang aku coba keluarkan. Just enjoy it!
***
Kenapa sih banyak orang yang
sering meributkan cinta? Sebenarnya rasa semacam apakah itu? Sejujurnya, aku
tidak pernah sekalipun merasakan cinta yang amat sangat terhadap seseorang,
sekalipun berkali-kali aku menulis tentang cinta. Si Mati Rasa, begitu orang-orang
suka menjulukiku. Lalu? Toh aku baik-baik saja. Aku tak perlu berpikir tentang
cinta, merasakan dan menghayati cinta, mengahapus air mata dan berjuang demi
kebahagiaan cinta. Bukankah itu membuatku repot?
Memangnya, cinta menjamin segala
kebahagiaan kita? Jika begitu, kenapa masih aja ada kecewa dan tangis yang
tercipta karena cinta? Ibuku bilang, cinta itu hanya fatamorgana. Cinta itu,
memangnya ada yang nyata dan abadi? Halah, omong kosong jika ada yang bilang
begitu. Percayalah, cinta itu sifatnya temporer, malah kadang juga hanya
halusinasi.
Pasti banyak orang bilang, aku
masih terlalu muda untuk memahami cinta. Umurku belum 20 tahun, tapi sudah sok
tahu menulis semacam ini. Tapi, tolong pahamilah, sudah berkali-kali aku
mendengar cerita tentang cinta. Satu kali cinta itu bahagia, lalu dua minggu
kemudian si pemiliknya bilang cinta itu sudah membusuk di neraka. Apa yang kamu
harapkan dari sesuatu seperti itu?
Suatu kali, seorang perempuan
bertanya padaku apakah aku pernah mencintai sesuatu. Aku jawab, pernah satu
kali dan akan selamanya begitu. Dia bertanya aku mencintai apa, lalu aku
menjawab aku mencintai Tuhanku. Dia tersenyum hangat padaku dan bilang aku
beruntung. Belakangan, lewat email yang dikirimnya padaku, dia bilang dia tak
pernah sekalipun mencintai Tuhan, tapi ia setengah mati mencintai laki-laki
yang memberikannya ciuman pertama lalu meninggalkannya. Bodoh, kan?
Ada yang harus kita ketahui.
Kadang kala cinta membawa malapetaka, tapi kita tetap mempertahankannya. Cinta
membuat kita buta, kan? Kenapa kita harus buta jika masih bisa melihat? Buta
ini adalah satu-satunya buta yang dibuat sendiri.
Bagaimana pun, aku tidak habis
pikir dengan seseorang yang membela cinta habis-habisan. Yang mencintai tanpa
peduli apapun. Yang tak bisa ku mengerti, seseorang tak lagi mengindahkan
akal sehatnya karena cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar