Jumat, 19 Desember 2014

Pertanyaan Tentang Cinta #Blaburd



Hai!
Ini hanya pemikiran aneh yang aku coba keluarkan. Just enjoy it!
***
 Kenapa sih banyak orang yang sering meributkan cinta? Sebenarnya rasa semacam apakah itu? Sejujurnya, aku tidak pernah sekalipun merasakan cinta yang amat sangat terhadap seseorang, sekalipun berkali-kali aku menulis tentang cinta. Si Mati Rasa, begitu orang-orang suka menjulukiku. Lalu? Toh aku baik-baik saja. Aku tak perlu berpikir tentang cinta, merasakan dan menghayati cinta, mengahapus air mata dan berjuang demi kebahagiaan cinta. Bukankah itu membuatku repot?
Memangnya, cinta menjamin segala kebahagiaan kita? Jika begitu, kenapa masih aja ada kecewa dan tangis yang tercipta karena cinta? Ibuku bilang, cinta itu hanya fatamorgana. Cinta itu, memangnya ada yang nyata dan abadi? Halah, omong kosong jika ada yang bilang begitu. Percayalah, cinta itu sifatnya temporer, malah kadang juga hanya halusinasi.
Pasti banyak orang bilang, aku masih terlalu muda untuk memahami cinta. Umurku belum 20 tahun, tapi sudah sok tahu menulis semacam ini. Tapi, tolong pahamilah, sudah berkali-kali aku mendengar cerita tentang cinta. Satu kali cinta itu bahagia, lalu dua minggu kemudian si pemiliknya bilang cinta itu sudah membusuk di neraka. Apa yang kamu harapkan dari sesuatu seperti itu?
Suatu kali, seorang perempuan bertanya padaku apakah aku pernah mencintai sesuatu. Aku jawab, pernah satu kali dan akan selamanya begitu. Dia bertanya aku mencintai apa, lalu aku menjawab aku mencintai Tuhanku. Dia tersenyum hangat padaku dan bilang aku beruntung. Belakangan, lewat email yang dikirimnya padaku, dia bilang dia tak pernah sekalipun mencintai Tuhan, tapi ia setengah mati mencintai laki-laki yang memberikannya ciuman pertama lalu meninggalkannya. Bodoh, kan?
Ada yang harus kita ketahui. Kadang kala cinta membawa malapetaka, tapi kita tetap mempertahankannya. Cinta membuat kita buta, kan? Kenapa kita harus buta jika masih bisa melihat? Buta ini adalah satu-satunya buta yang dibuat sendiri.
Bagaimana pun, aku tidak habis pikir dengan seseorang yang membela cinta habis-habisan. Yang mencintai tanpa peduli apapun. Yang tak bisa ku mengerti, seseorang tak lagi mengindahkan akal sehatnya karena cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar