Rabu, 24 Desember 2014

Kembang



Ada yang tak layu dalam mendung sore itu
Kembang, yang terlalu manis untuk ditinggal
Tak pernah gadis itu memuja
Pada apapun dalam hasrat yang semu
Tak pernah lelaki itu mendua
Pada harap yang sama-sama dikasihi

Telungkup dalam sanubari yang kelam
Sesaat tangis para pelayat
Ah ada benarnya tidur dalam kubur
Tuhan memberkati apa yang patut
Kita selalu tertidur dalam remang yang gelisah
Jari-jari malam yang sengaja mengusik

Payung itu teduh dalam relung hati pelayat
Mendung itu mengadu guntur serta tangis
Dalam hening tercipta elegi nan abadi
Tuhan memang memberkati apa yang patut
Seperti kembang yang manis
Seperti yang tertidur dalam kubur

Tapi, dalam pemakaman aku menuduh kembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar