Aku bukan alkohol yang bisa membuatmu candu padaku
Aku hanya yang mebuatmu rancu dan lelah disekap semu
Seperti kembang layu tak bertuan, aku berada di sisi kananmu
Berharap disiram lalu dipelihara
Hangat tubuhmu dapat aku nikmati
Tapi hangat cintamu hanyalah angan tak sampai
Lembut mentari menyapa lelap tidurmu
Dan senyumku hanyalah najis seorang jalang bagimu
Tak pilukah Tuhan melihatku?
Angin pagi membuatmu lupa
Tak berbekas aku di benakmu
Tapi aku mengingat ciuman indah darimu
Tapi aku mengingat tanganmu yang merangkulku
Dan bibirku yang merayu manja
Sebut aku jalang merana
Sebab Tuhan tak beri kasih pada jalang
Larilah aku pada tangis yang serupa ringkikan kuda
Ironi yang ada membuatku tak kuasa berhenti
Tapi aku harus pergi
Tapi aku, tak punya waktu lagi untuk menunggu matamu terbuka
Aku, hanyalah jalang hina yang tak kau inginkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar