Kamis, 08 Januari 2015

Dini Hari

Candu pada malam yang semu telah hilang
Membelengguku dalam duka dini hari

Terakhir aku melihatmu menari di atas batu
Seperti memanggil petir dalam tenangnya malam itu
Aku terbiasa melihatmu mengutuk di tengah padi yang menguning
Menghantarkan takdir yang tak lazim disambut

Aku berhenti saat mulutmu menyumpah
Katamu, dalam tiap serapahmu, ada satu kata khidmat untukku

Yang kita binasa, tak kunjung bangkit kembali

Ular itu menukik dan terjun hingga sungai tak lagi beriak
Mungkin menghantarkan nina bobo untuk sesuatu di dalam sana

Sengaja aku tersedu malam itu
Agar kau menghasihani kunang-kunang yang tenang

Sampai akhirnya aku terbangun di dini hari ini
Tergugu
Lalu berdoa pada Tuhan,
jikalau aku tak berdaya menerima satu kata khidmat darimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar