Bukankah kali pertama kita bertemu, kau memintaku untuk tetap tinggal di sisimu selamanya? Mengapa sekrang memintaku pergi? Harusnya dari awal kau jauhi saja aku. Jangan buat aku berharap, sayang. Jangan buat aku tersenyum bodoh menerima cinta palsumu. Jangan buat aku mencintaimu.
Aku tau tidak sepatutnya kita bersanding, dari dulu aku sadar itu. Kau, seorang manajer keuangan di sebuah perusahan kertas yang hobi bermain golf. Dan aku, seorang guru TK yang hobi bermain dengan anak kecil. Pantaskah kita bersanding?
Tapi, jika boleh jujur, aku mencintaimu. Aku membutuhkanmu. Kau, adalah tumpuanku. Kau adalah pijakanku untuk berdiri. Jika kau pergi, bagaimana aku bisa tetap berdiri? Jika kau pergi, bagaimana aku bisa tetap melihat dunia dengan keadaan lebih tinggi. Duniaku pun akan runtuh bersamaku nanti.
Too doubtful to say this, but I surrender my everything to you. Terutama, aku menyerahkan hatiku padamu. Tolong jangan sakiti.
Maaf memberatkanmu, tapi aku tidak bisa pergi. Hanya saling memahami, dan mulailah dari awal.
Could we?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar