Jumat, 29 November 2013

Untuk Kekasihku

wahai kekasihku, aku ingin bersamamu selamanya
Beribu kali aku menuliskan puisi cinta untukmu
Beribu kali juga aku menulis lagu cinta untukmu
Dan, beribu kali pula aku menulis cinta di benakku
Dan jika kau ingin tahu, aku selalu ingin kau memuja tulisanku
Aku, selalu menginginkan itu, sayang

Mungkin angkara bisa murka
Tapi kasih tidak begitu
Mungkin kata bisa berdusta
 Tapi aksara tidak begitu
Sayang, percayalah pada aksara yang aku susun untukmu

Aku selalu berharap dapat menyeduh kopi pagi untukmu
Selalu ingin menggenggam erat tanganmu di penghujung senja
Selalu ingin mensejajarkan langkahmu di pinggiran kota
Aku selalu ingin ada didekatmu, sayang

Andai Tuhan tidak mengambil nyawaku terlebih dahulu
Andai aku tidak meminta takdir ambigu membimbingku pada pisau
Andai pisau itu tidak menyentuh jantungku
Andai...
Andai aku selalu percaya kau mencintaiku
Andai saja, aku tidak mati!

Terimakasih karena pernah menjadi milikku
Terimakasih karena pernah mencintaiku
Terimakasih karena menangis tersedu di upacara pemakamanku
Terimakasih, sayang

Dan maafkan aku,
Atas segalanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar