Ketika si tamu hanya mengamati
Ketika alunan elegi menyayat hati
Ketika...
Ketika Sang Pahlawan berani mati
Sang Pahlawan bergerak maju
Dengan napas satu-satu
Dengan nyawa yang semakin tersapu
Dan tamengnya sudah mulai beradu
Kita saksikan, pedangnya sedang menghunus jantung si tamu
Sang Pahlawan dalam maharana
Yang menghasilkan seonggok daging tak bernyawa
Yang eksistensinya paling sempurna
Yang berani mati untuk merdeka
Yang menghilang di penghujung senja tanpa kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar