Sabtu, 30 November 2013

Perang Kita

Jika setetes darah adalah damai, aku rela menumpahkan semua darahku
Senja ini, kita dibelenggu oleh keinginan kuat untuk menang
Dibalut temaram jingga, kita menyatu dalam jubah keberanian
'sampai mentari di barat, jika kita belum menang aku tak akan menyudahinya.' ucapmu.
Aku bertanya-tanya, lalu bagaimana jika kita kalah?
Tapi saat itu juga aku tahu, kita tak mungkin kalah

Aku, kau, kita, menyatu di medan perjuangan dengan napas satu-satu
Menerjang lawan demi kawan
Menghunus pedang demi menang

Saat darah mereka tumpah bukan untuk damai
Saat itu angin membawa do'a kita kepada-Nya
Saat itu pula kemenangan mendekati kita
Kau dengar? Sayup-sayup dengungan kemenangan?
Aku mendengarnya. Kau mendengarnya. Kita mendengarnya

Aku mulai melihat senyuman gembira di bibirmu
Dan aku tak pernah lupa,
bagaimana kawan kita menari di bawah terbenamnya mentari
Aku tahu, kita akan menang

Jika setetes darah adalah damai, aku rela menumpahkan semua darahku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar