Disudut kedai itu
Kala malam itu
Aku menuangkan segelas alkohol agar dapat bercerita pada malam
Kau masih duduk didepanku
Mendengarkan segala yang aku racaukan
Dengan tatapan datar
Entah mengerti atau tidak
Tapi setelah sekian lama kau hanya diam
Kau pun berbicara
'Adakah kau tahu? Rasa sakit bukan pada dirimu saja. Bukan pada hati saja. Tapi pada naluri, jiwa dan raga. Jika kau merasa sakit hati saja, itu belum seberapa.'
Lalu kau menuangkan segelas alkohol untuk dirimu sendiri
Meminumnya.
Tapi tidak meracau sepertiku
Aku bertanya,
'Bagaimana bisa kau bicara seperti tadi sedangkan setelah meminum alkohol kau tidak berkata apa-apa?'
Kau tersenyum
'Aku tidak tahu dimana letak sakitnya. Bukan pada hati, naluri, jiwa ataupun raga. Aku tidak tahu rasa sakit itu ada dimana.' ucapmu
Aku mendengus
'Rasa sakit itu ada pada pikiranmu. Sehingga kau tidak bisa berpikir.' ucapku
Lalu pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar