Ada satu waktu saya bermonolog dengan diri saya sendiri di suatu ruang teh, sore-sore.
mengapa orang-orang menyebut saya jahat?
karena tak seorang pun melihat kebaikanmu
ah, kebaikan tak perlu diumbar, kan?
betul, hanya aku yang tau betapa baiknya kamu. hahaha
hehe, kamu kan saya juga. lalu kenapa sih teman-teman saya melakukan kebaikan pada seseorang, tapi jika orang itu tak baik kembali pada mereka, mereka mengeluh? saya juga begitu sih kadang-kadang, enak saja sudah ta' baikin, orang itu malah jahat.
memangnya, saat kamu berbuat jahat pada seseorang, kamu peduli pada kebaikannya kepadamu?
jelas engga, pokoknya ya saya jahat aja sama dia.
lalu kenapa kamu peduli pada kejahatan orang lain saat kamu berbuat baik kepada orang tersebut?
ya jelas, wong udah aku baikin, kok ngebalesnya malah begitu.
hahaha, lucu. mungkin orang yang kamu jahatin lebih mulia dari pada kamu, dia tetap, seenggaknya, sedikit berbuat baik padamu, padahal kamu jahat.
ya terserah aku tho mau jahat sama dia atau gimana? terserah dia mau baik ke aku atau balik jahat ke aku
ah, itu dia. KAMU BAIK KE DIA, YA TERSERAH DIA MAU BAIK KE KAMU ATAU BALAS KAMU DENGAN KEJAHATAN, URUSAN DIA, YANG PENTING KAMU BAIK SAMA DIA
jadi, AKU JAHAT KE DIA, YA URUSAN DIA MAU JAHAT BALIK KE AKU ATAU MALAH BAIKIN AKU. gitu bukan?
MANTAP! hehehe
hah, tapi ya kalo ada yang jahatin aku, ya aku balik jahat ke dia lah
jadi kalo ada yang baik ke kamu, ya kamu baik balik ke dia lah. hahaha
ah kamu gak paham
kamu yang belum paham. apa-apa kok diambil yang enaknya di kamu aja. dasar, nggak adil
ah yowes lah! urusan masing-masing mau jahat atau baik. pokoknya aku baik ke dia, terserah gimana dia ke aku, aku jahat ke dia, terserah gimana dia ke aku. sa'karep'e dewe lah!
-Ruang Teh Sendiri, jalan Minang no.43-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar