Rabu, 01 April 2015

Mati

Pada tapak-tapak kaki yang menghentak
Tak tega aku mencabut tangkai mawar itu
Semburat jingga menerangi duri kejinya
Dimana hati?
Kenapa tak kau terangi lagi hati itu?

Nisan(mu) yang berkilau
Putih suci pusara(mu) kusentuh
Mati
Kematian
Sesudahnya tak akan sama lagi
Bahkan saat kau tulis surat cinta
Bahkan saat kau kirim surat itu dengan merpati, menembus langit

Aku lelah disekap duka
Aku takut dirajam rindu
Hingga ingin kugali pusara(mu)
Dan kutemukan raga-
yang dulu pernah mendekapku


-catatan suci 2013 lalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar