Minggu, 03 Mei 2015

Laut

Tatapku jatuh pada tiap kapal pesiar yang berlabuh
Tatapku jatuh pula pada kepak camar yang sarat keceriaan
Tatapku jatuh pada biru laut
Kehidupanku jatuh pada kamu yang meninggalkan harap di tengah laut

sore ini langit tidak sumbing. sore ini teduh, damai. aku kembali termangu di beranda rumah. dengan secangkir bajigur yang mulai dingin. kembali aku memandangi laut. aku menunggu kamu. aku berharap pada tiap kapal pesiar yang berlabuh, bahwa kamu pulang. dengan langkah gagah kesayanganku. kamu kesayanganku.

dengar bisikku sayang, langit tak pernah bersemu merah muda. akulah yang bersemu, jika kamu pulang.
dengar bisikku sayang, aku rindu bahu tegapmu, paras menawanmu. aku rindu kamu.
dengar sayang, sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. rambutku mulai putih dan senyumku tak manis lagi. ada kerut rindu di sekitar mataku.
tapi aku menaruh harap pada kapal pesiar juga laut yang menjadi tempatmu pergi. sepuluh tahun aku berharap pada mereka akan kepulanganmu.
dengar sayang, bahkan aku rela menunggu seribu tahun lagi.
aku rindu kamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar